GOTVNEWS, Tanjungpinang – Sejumlah orang tua murid menolak terkait wacana Pemprov Kepri akan menonaktifkan SMA Negeri 3 Tanjungpinang. Para orang tua menilai akan membebankan ekonomi mereka karena harus memindahkan anaknya ke sekolah lain.
Sejumlah orang tua murid di SMAN 3 Tanjungpinang menolak wacana Pemprov Kepri, menonaktifkan dan menggabungkan SMAN 3 Tanjungpinang dengan sekolah lain.
Para orang tua menilai, wacana itu selain membebani ekonomi mereka membeli perlengkapan sekolah baru, juga dapat menggangu fokus siswa kelas 12 untuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
Orang tua murid juga merasa khawatir jika murid SMAN 3 digabung dengan sekolah lain, akan terjadi kesenjangan sosial serta terjadinya aksi bullying antar siswa.
Menurut mereka, kualitas pendidikan di SMA Negeri 3 tak kalah bagusnya, jika dibandingkan sekolah-sekolah yang lainnya.
“Kita ekonomi orang tua itu tidak semua sama, masuk sekolah baru, harus baju baru, buku baru, dengan biaya tidak sedikit. Seperti ekonomi kayak saya dapat duit dari mana, mental anak-anak juga, mereka sudah nyaman di SMAN 3. Saya mohon untuk tidak digabungkan dengan SMAN 1, atau sampai di non aktifkan,” ungkap, Tati, orang tua murid SMAN 3 Tanjungpinang.
“SMA 3 bagus-bagus saja memang selama ini di pandang dari luar jelek setelah masuk bagus-bagusnaja. Kegiatan berjalan seperti kurikulum yang ada. Makanya saya keberatan kalau digabung dengan SMA 1. Takutnya berdampak pada mental anak, takutnya jadi perselisihan antar anak dan saling bully membully,” ucap, Ade, orang tua murid.
Untuk menolak wacana itu, para orang tua murid juga telah membuat surat keberatan mereka dan akan disampaikan ke dinas terkait.
Diketahui, SMA Negeri 3 Tanjungpinang menerima sebanyak 40 siswa baru pada tahun ajaran baru 2024/2025.(San)















