Soroti Pinjaman Rp409 Miliar Pemprov Kepri, Pemuda Muhammadiyah Kepri Gelar Diskusi Publik

Soroti Pinjaman Rp409 Miliar Pemprov Kepri, Pemuda Muhammadiyah Kepri Gelar Diskusi Publik.
Soroti Pinjaman Rp409 Miliar Pemprov Kepri, Pemuda Muhammadiyah Kepri Gelar Diskusi Publik. Foto: Gotvnews/Ald.

‎GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kepri menggelar diskusi publik terkait pinjaman daerah Rp409 miliar kepada Bank BJB. Kegiatan berlangsung di Pinang Harmoni, Tanjungpinang, Selasa (28/7/2026).

‎Diskusi tersebut menghadirkan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kepri Venni Meitaria, Ahli Kebijakan Dr. Alfiandri, dan Akademisi UMRAH Dr. Winata Wira.

‎Ketua Panitia, Endra Kaputra, menyatakan forum tersebut dibentuk sebagai ruang edukasi publik demi membedah latar belakang kebijakan pinjaman daerah yang tengah menyita perhatian masyarakat.

‎”Masyarakat berhak memperoleh penjelasan secara utuh mengenai kebijakan publik ini,” ucapnya usai kegiatan.

‎Dalam agenda tersebut, dirinya sangat menyayangkan absennya pimpinan DPRD Kepri dalam diskusi, meskipun sebelumnya panitia telah berupaya mengajak berdialog melalui surat permohonan rapat dengar pendapat.

‎”Kami berharap seluruh pemangku kepentingan hadir dalam ruang diskusi seperti ini,” sesalnya.

‎Endra menegaskan, poin-poin penting dari diskusi tersebut tidak sekadar menjadi wacana akademik, melainkan akan dirumuskan secara tertulis sebagai bahan evaluasi dan masukan resmi bagi pengambil kebijakan.

‎”Hasil diskusi akan dirumuskan dalam bentuk policy brief untuk Pemprov dan DPRD Kepri,” tegasnya.

‎Kepala BKAD Kepri, Venni Meitaria Detiawati, mengapresiasi inisiatif tersebut sebagai wujud nyata partisipasi dan pengawasan aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah.

‎”Pak Gubernur mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari pengawasan publik dan mitigasi risiko,” ujarnya.

‎Venni menjelaskan pinjaman dilakukan akibat turunnya transfer dana pusat dan Bank BJB akhirnya dipilih setelah melalui kajian matang terhadap penawaran dari beberapa perbankan.

‎”Bank BJB dipilih karena menawarkan skema yang paling sesuai dengan kebutuhan daerah,” singkatnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *