GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) akui terjadinya kekosongan pasokan minyak goreng bersubsidi, Minyakita, di pasaran dalam beberapa pekan terakhir.
Guna mengatasi masalah tersebut, Pemprov Kepri bersama pihak distributor bergerak cepat mendatangkan pasokan dalam jumlah besar dari berbagai daerah.
Kepala Bappeda Kepri, Aries Fhariandi, menjelaskan bahwa kelangkaan dipicu oleh minimnya kuota pengiriman yang masuk ke Tanjungpinang pada periode sebelumnya.
“Minggu lalu mungkin datangnya tidak terlalu banyak. Tetapi beberapa hari ini kami datangkan dari Medan, Dumai, dan Pekanbaru. Stoknya cukup banyak untuk menjaga kebutuhan masyarakat,” ucapnya, Rabu (15/7/2026).
Sebagai langkah pemulihan stok, lebih dari 400 ton minyak goreng kini telah tiba di gudang distributor Tanjungpinang, pasokan tersebut nantinya tidak hanya menyasar pasar lokal Tanjungpinang, melainkan juga disalurkan ke wilayah kepulauan lainnya.
“Lebih dari 400 ton minyak goreng telah masuk ke Tanjungpinang melalui distributor, pasokan itu juga disalurkan ke sejumlah daerah lain seperti Lingga, Anambas, dan Natuna,” jelasnya
Meski pihak pemerintah belum membeberkan secara rinci penyebab utama tersendatnya jalur logistik dalam beberapa pekan lalu, Aries menjamin bahwa saat ini pasokan Minyakita sudah kembali kondusif dengan pengawasan ketat pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter.
“Hari ini insya Allah barangnya tersedia, tolong sampaikan kepada masyarakat jangan khawatir, khususnya untuk Minyakita, stoknya insya Allah terjaga,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













