TNI dan Pemda Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal Lewat Festival Jong

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lewat Festival Jong

TNI dan Pemda Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal Lewat Festival Jong.
TNI dan Pemda Dorong Pariwisata dan Ekonomi Lokal Lewat Festival Jong. Foto: Gotvnews/yh.

GOTVNEWS, Karimun – Ratusan perahu layar mini atau jong menghiasi perairan Pantai Indah, Desa Pangke, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Tak hanya berorientasi pada hiburan dan kompetisi, Festival Jong Nusantara 2026 juga mengusung pesan keberlanjutan.

Bahkan, panitia menyisipkan kegiatan penanaman pohon dan bakti sosial berupa pembagian sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan sosial.

Festival Jong Nusantara 2026 yang digelar menjelma menjadi panggung diplomasi budaya, pelestarian tradisi maritim, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Tak sekadar lomba permainan tradisional, festival ini mempertemukan 43 tim dengan total sekitar 400 unit jong, baik ukuran kecil maupun besar.

Adapun para peserta yang mengikuti festival dari berbagai daerah, yakni Karimun, Batam, Tanjungpinang, Riau, hingga peserta mancanegara asal Malaysia.

Kehadiran peserta lintas wilayah itu menegaskan posisi Karimun sebagai simpul budaya maritim di kawasan Selat Malaka.

Festival Jong Nusantara 2026 resmi dibuka oleh Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo bersama Bupati Karimun.

Kolaborasi ini memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah dan unsur pertahanan dalam mendorong pariwisata berbasis budaya.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, menegaskan melalui ajang festival jong ini menjadi bagian dari strategi besar pembangunan daerah.

“Dua sektor utama yang kami dorong adalah investasi dan pariwisata. Festival Jong Nusantara menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Iskandarsyah.

Pemerintah daerah berharap dampak ekonomi dari festival ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya tingkat hunian hotel hingga tumbuhnya omzet pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar kawasan pantai.

Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, mengaku tertarik hadir setelah mendengar cerita dari para petani binaan TNI yang ikut berpartisipasi dalam lomba jong.

“Ada petani cabai di lahan pertanian kami yang izin pulang karena ikut Festival Jong. Dari situ saya tertarik datang langsung. Bahkan, lomba ini juga diwakili oleh petani kami,” ujar Letjen Kunto.

Ia menilai festival jong merupakan contoh konkret bagaimana budaya, olahraga tradisional, dan pariwisata dapat disatukan sebagai media diplomasi sosial dan ekonomi.

“Event seperti ini efektif untuk mempromosikan wisata. Dampaknya bukan hanya budaya tetap hidup, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *