Pembangunan Lanjutan Jalan Lingkar Coastal Area–Pamak Laut Karimun Dimulai Pekan Ini

Pembangunan Lanjutan Jalan Lingkar Coastal Area–Pamak Laut Karimun Dimulai Pekan Ini.
Pembangunan Lanjutan Jalan Lingkar Coastal Area–Pamak Laut Karimun Dimulai Pekan Ini. Foto: dok Gotvnews.

GOTVNEWS, Karimun – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun segera memulai pembangunan lanjutan jalan lingkar yang menghubungkan kawasan Coastal Area hingga Pamak Laut, Kecamatan Tebing, menuju Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun.

Proyek strategis yang menyerap anggaran APBD Kabupaten Karimun Tahun 2026 sebesar Rp9,7 miliar itu dijadwalkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat dan akan resmi diluncurkan, pada Minggu 19 Juli 2026.

Bupati Karimun, Iskandarsyah, mengatakan pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat konektivitas kawasan sekaligus membuka akses menuju pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Hari Minggu besok akan kami launching proyek pembangunan jalan lanjutan dari Jembatan Kuning Leho ke arah Pamak, arah menuju Bandara RHA Karimun,” kata Iskandarsyah.

Keberadaan jalan lingkar tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan wilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat menuju kawasan bandara.

Berdasarkan data, proyek pembangunan jalan tersebut memiliki panjang keseluruhan mencapai 1.375 meter dengan total pagu anggaran definitif sebesar Rp9.788.076.114.

Pada tahap pengerjaan tahun ini, pemerintah akan membangun ruas jalan sepanjang 508 meter yang terbagi dalam beberapa segmen, meliputi sisi darat sepanjang 401 meter dengan lebar 13 meter, sisi laut sepanjang 81 meter, serta sisi tengah sepanjang 81 meter dengan lebar yang sama.

Selain pembangunan badan jalan, proyek tersebut juga mencakup pekerjaan perkerasan menggunakan beton sepanjang 336 meter guna meningkatkan daya tahan konstruksi terhadap abrasi dan beban kendaraan.

Iskandarsyah menegaskan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif di Kabupaten Karimun.

Menurutnya, investor tidak hanya melihat ketersediaan lahan, tetapi juga memperhatikan kualitas infrastruktur pendukung yang tersedia.

“Kita harus perkuat infrastruktur sebagai daya tarik orang mau investasi ke kita. Selain jalan, kebutuhan listrik dan pelabuhan juga menjadi faktor penting yang harus terus kita benahi,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan akses jalan yang baik akan membuka peluang investasi lebih besar, terutama di kawasan yang memiliki potensi pengembangan industri, perdagangan, dan pariwisata.

Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah, Pemkab Karimun juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proyek-proyek strategis tetap berjalan.

Sebagai Wakil Ketua Dewan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Karimun, Iskandarsyah menyebut sinergi dengan Badan Pengusahaan (BP) Karimun menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang investasi.

“Dengan kolaborasi yang baik, kita berharap pembangunan kawasan strategis di Karimun dapat terus berjalan dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *