GOTVNEWS, Karimun – Bank BPR Tuah Karimun (Perseroda) terus menunjukkan perkembangan kinerja yang positif. Di bawah kepemimpinan Bupati Karimun, Iskandarsyah, selaku pemegang saham serta Direktur BPR Tuah Karimun Siska Naritasari, perusahaan berhasil mencatatkan sejumlah pencapaian positif hingga akhir Oktober 2026.
Berdasarkan laporan kinerja Oktober 2026, BPR Tuah Karimun berhasil membukukan laba sebesar Rp1,157 miliar, dengan tingkat Return on Assets (ROA) mencapai 2,88 persen dan rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) sebesar 83 persen.
Sementara itu, total aset perusahaan terus mengalami peningkatan hingga mencapai sekitar Rp54 miliar pada akhir Oktober 2026. Capaian tersebut menjadi indikator bahwa pengelolaan usaha dan operasional BPR Tuah Karimun terus bergerak ke arah yang semakin baik.
Meskipun dari sisi total aset masih tergolong relatif kecil dibandingkan industri perbankan lainnya, kemampuan perusahaan menghasilkan ROA sebesar 2,88 persen menunjukkan produktivitas aset yang cukup baik.
Direktur BPR Tuah Karimun, Siska Naritasari, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya pembenahan dan penguatan pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan, serta dukungan berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan BPR sebagai salah satu BUMD strategis milik Pemerintah Kabupaten Karimun.
“Laba Menjadi Fondasi Penguatan Ketahanan Keuangan dan Penerapan CKPN Peningkatan laba yang dicapai BPR Tuah Karimun juga memiliki arti strategis dalam mempersiapkan penerapan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) secara penuh pada Desember 2026,” ujar Siska.
Saat ini, BPR Tuah Karimun masih menggunakan pendekatan peer group data dalam proses pencadangan CKPN. Dengan semakin baiknya kinerja profitabilitas, perusahaan memiliki fondasi keuangan yang lebih kuat untuk mengantisipasi dampak pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai sesuai ketentuan yang berlaku.
Penerapan CKPN merupakan bagian penting dalam memperkuat prinsip kehati-hatian perbankan, khususnya dalam mengukur dan mengantisipasi potensi risiko kredit. Oleh karena itu, peningkatan profitabilitas tidak hanya berorientasi pada pencapaian laba, tetapi juga menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan keuangan perusahaan.
Sebagai lembaga intermediasi keuangan yang menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit, modal memiliki peran strategis sebagai penyangga utama dalam menghadapi berbagai risiko usaha.
Permodalan juga menjadi fondasi bagi bank untuk memperluas kapasitas penyaluran kredit, meningkatkan daya saing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sektor UMKM.
Oleh karena itu, dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun sebagai pemegang saham menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan BPR Tuah Karimun.
Penguatan permodalan secara bertahap dan berkelanjutan diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi BPR untuk berkembang, meningkatkan kapasitas intermediasi, serta memperluas kontribusinya terhadap perekonomian daerah.
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kinerja perusahaan, BPR Tuah Karimun juga mengambil peran penting dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Karimun, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan subsidi bunga 0 persen.
Melalui program ini, pemerintah daerah memberikan subsidi bunga sehingga pelaku UMKM dapat memperoleh fasilitas pembiayaan tanpa dibebankan bunga kredit. Program tersebut merupakan salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Karimun dalam membantu pelaku usaha kecil mengembangkan usahanya, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat perekonomian masyarakat.
Hingga Oktober 2026, penyaluran KURDA telah mencapai sekitar Rp1,8 miliar dengan 97 orang penerima manfaat. Capaian ini terbilang positif mengingat program tersebut baru berjalan selama empat bulan.
“Hal yang juga patut diapresiasi adalah kualitas pembayaran kredit KURDA yang hingga saat ini tercatat sangat bagus. Hal ini menunjukkan komitmen dan tanggung jawab para penerima manfaat dalam memenuhi kewajiban pembayaran kreditnya,” tambahnya.
Melalui KURDA, BPR Tuah Karimun tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadirkan akses pembiayaan yang lebih mudah, terjangkau, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Peningkatan kinerja yang telah dicapai saat ini menjadi momentum untuk terus memperkuat fondasi perusahaan, baik dari sisi profitabilitas, kualitas aset, tata kelola, manajemen risiko maupun permodalan.
Dengan demikian, BPR Tuah Karimun tidak hanya tumbuh sebagai BUMD yang mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga menjadi instrumen strategis Pemerintah Kabupaten Karimun dalam memperluas akses pembiayaan masyarakat, memperkuat UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (Yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














