Tingkatkan Literasi Pesisir Era Digital, DPK Kepri Dorong Guru dan Siswa Bijak Gunakan AI

Tingkatkan Literasi Pesisir Era Digital, DPK Kepri Dorong Guru dan Siswa Bijak Gunakan AI.
Tingkatkan Literasi Pesisir Era Digital, DPK Kepri Dorong Guru dan Siswa Bijak Gunakan AI. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) terus menggencarkan peningkatan kompetensi literasi bagi tenaga pendidik dan siswa tingkat SMA sederajat, khususnya di kawasan pesisir.
โ€Ž
โ€ŽLangkah tersebut direalisasikan melalui kegiatan penguatan literasi dan pembinaan perpustakaan sekolah yang salah satunya menyasar SMAN 1 Mantang, Desa Mantang Besar, Kecamatan Mantang, Kabupaten Bintan.
โ€Ž
โ€ŽPustakawan Ahli Madya DPK Provinsi Kepri, Jefri Kamil, menegaskan bahwa pemahaman mendasar mengenai literasi di lingkungan sekolah harus disamakan.
โ€Ž
โ€ŽDimana literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan kemampuan mengolah informasi menjadi pengetahuan serta inovasi nyata.
โ€Ž
โ€Ž”Di antara kita masih ada yang memahami bahwa literasi itu sekadar membaca saja, padahal literasi jauh lebih luas dari itu. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, literasi digital menjadi krusial agar peserta didik mampu memilah informasi yang benar dan bermanfaat,” ujar Jefri, Jumat (6/11/2026).
โ€Ž
โ€ŽDirinya juga menyoroti maraknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia pendidikan, dengan menegaskan pemanfaatan AI secara bijak sebagai alat bantu belajar, bukan alat yang menggantikan proses berpikir kritis siswa.
โ€Ž
โ€Ž”Bukan berarti AI itu tidak baik, tetapi bagaimana cara kita mengolahnya agar teknologi tersebut bersentuhan langsung dengan kemampuan kita untuk menambah pengetahuan dan keterampilan praktis secara mandiri,” jelasnya.
โ€Ž
โ€ŽSelain mendorong literasi digital, DPK Kepri turut menyuarakan dukungannya terhadap wacana penerapan gerakan membaca buku fisik selama dua jam tanpa gawai bagi para siswa.
โ€Ž
โ€Ž”Kebijakan ini dinilai ampuh untuk mengembalikan kebiasaan membaca masyarakat Kepri di era digitalisasi,” tutupnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *