Kepala DPK Kepri Sebut Indeks Literasi Kepri Merosot ke 53 Persen, Budaya “Scrolling” Mempengaruhi

Kepala DPK Kepri Sebut Indeks Literasi Kepri Merosot ke 53 Persen, Budaya "Scrolling" Mempengaruhi.
Kepala DPK Kepri Sebut Indeks Literasi Kepri Merosot ke 53 Persen, Budaya "Scrolling" Mempengaruhi. Foto: Gotvnews/Ald.

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Tingkat literasi masyarakat Kepulauan Riau (Kepri) dilaporkan menurun signifikan dari 74 persen menjadi 53 persen.

Fenomena tersebut dipicu oleh perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kini lebih banyak menghabiskan waktu di media sosial.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kepri, Bisri, memperingatkan dampak negatif kebiasaan scrolling yang menggantikan aktivitas membaca buku.

โ€œScrolling itu bukan membaca, jika tiap hari hanya konsumsi itu, kecerdasan anak bisa menurun,โ€ ucapnya, Rabu (8/4/2026).

Bisri menegaskan bahwa literasi digital tidak boleh mematikan minat baca buku, literasi yang berkualitas seharusnya mencakup kemampuan analisis dan pemahaman informasi yang mendalam.

โ€œAda pandangan keliru bahwa karena ada HP, membaca tidak penting, padahal keduanya harus seimbang,โ€ tegasnya.

Sementara itu, dari pantauan data kunjungan perpustakaan pun menunjukkan tren penurunan, meski sempat mencapai angka 43.039 pengunjung pada Januari 2025, angka tersebut terus merosot tajam hingga memasuki tahun 2026.

โ€œKunjungan tertinggi Januari 2026 sebesar 4.787 orang, namun April turun jadi 296 pengunjung,โ€ pungkasnya. (Ald)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *