GOTVNEWS, Aceh – Warga di sejumlah wilayah Aceh mengibarkan bendera putih sebagai tanda darurat akibat banjir dan longsor yang terjadi hampir tiga pekan terakhir.
Aksi ini dilakukan karena masyarakat menilai sudah tidak mampu lagi bertahan dan membutuhkan bantuan segera. Bendera putih terlihat berkibar sejak pertengahan Desember 2025 di sepanjang jalan lintas Banda AcehโMedan, terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Utara.
Pengibaran bendera putih menjadi bentuk solidaritas warga sekaligus protes terhadap respons pemerintah pusat yang dianggap lamban. Gerakan ini juga dibarengi desakan dari berbagai elemen masyarakat sipil agar pemerintah segera menetapkan status bencana nasional.
Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh mengirim surat permintaan bantuan kepada dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Program (UNDP) dan United Nations International Childrenโs Emergency Fund (UNICEF).
Mananggapi hal itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan akan mempelajari surat tersebut. Tito mengaku belum membaca surat permintaan bantuan yang dikirim pemerintah Aceh kepada PBB.(frh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













