GOTVNEWS, Jakarta – Angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia terus bertambah. Guna mengatasi lonjakan tersebut, pemerintah segera meluncurkan Satuan Tugas PHK (Satgas PHK).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menyebut Satgas PHK segera diluncurkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi dan akan fokus merumuskan langkah penanganan serta solusi ketenagakerjaan.
Dilansir dari berita Kompas, sepanjang Januari hingga Juni 2025, sebanyak 42.385 pekerja terkena PHK, naik 32 persen dibanding tahun sebelumnya. Kasus terbanyak terjadi di Jawa Tengah (10.995 orang), Jawa Barat (9.494 orang), dan Banten (4.267 orang). Sektor industri pengolahan, perdagangan, dan jasa menjadi penyumbang utama.
Ide pembentukan Satgas PHK ini diusulkan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Selurih Indonesia (KSPSI), Said Iqbal dan mendapat dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Prabowo meminta agar Satgas melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, serikat buruh, akademisi, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Said Iqbal menyebut, Satgas ini akan memetakan daerah rawan PHK, mencari solusi penempatan kerja, memastikan hak pekerja dipenuhi, serta memberikan rekomendasi dan masukan kebijakan kepada pemerintah.(frh)
















