Beragam Peristiwa Terjadi dalam Sepekan

GOTVNEWS, Tanjungpinang – Beragam peristiwa terjadi dalam sepekan terakhir. Berikut GOTVNEWS merangkum berita-berita yang terjadi dalam minggu ini.

Aksi Tanam 500 Mangrove di Lingga Lawan Abrasi Pesisir

Komunitas Selasa Lingga bersama warga menanam 500 bibit mangrove di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, pada Minggu pagi (30/6/2025). Kegiatan ini digelar untuk mencegah abrasi pesisir.

Aksi bertajuk โ€œ1 Mangrove for 1.000 Dreamsโ€ ini diikuti lebih dari 50 peserta dari berbagai latar belakang dan didukung YAKOPI. Panitia tidak menyediakan air kemasan dan mewajibkan peserta membawa tumbler untuk mengurangi sampah plastik.

Setelah kegiatan selesai, pemerintah desa bersama YAKOPI akan melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan bibit mangrove untuk memastikan program berkelanjutan.

Pemerintah Ambil SAL Rp85,6 Triliun untuk Tutup Defisit APBN 2025

Pemerintah mengusulkan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp85,6 triliun untuk menutup defisit APBN 2025 yang melebar ke 2,78 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut defisit melebar karena penerimaan negara turun, salah satunya akibat batalnya kenaikan PPN dan dividen BUMN ditarik Danantara.

DPR mengkritik karena penghematan yang ditargetkan Rp306 triliun, baru tercapai Rp93,8 triliun. Sri Mulyani menyatakan penggunaan SAL tetap sesuai prosedur demi membiayai program prioritas.

LPK Kepri Desak Dinas Umumkan Merek Beras Oplosan

Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kepri menuntut transparansi dinas terkait soal ratusan merek beras yang dinilai tak sesuai mutu dan dijual di atas HET.

LPK mendesak pemerintah membuka data lengkap merek dan produsen beras oplosan, serta menindak tegas dengan penarikan produk dan pencabutan izin jika terbukti merugikan konsumen.

Sebelumnya, pemerintah pusat menemukan 212 merek bermasalah di pasaran yang merugikan konsumen hingga triliunan rupiah.

Motor Warga Digondol Maling di Tanjungpinang

Satu unit motor Scoopy merah milik warga Gang Senopati, Tanjungpinang, raib dicuri pada Minggu dini hari (30/6/2025).

Motor terparkir di teras rumah dalam kondisi tidak terkunci stang saat pemilik sedang menginap di rumah temannya.

Kejadian sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dan korban berharap pelaku segera ditangkap.

Sindikat Sertifikat Tanah Palsu di Tanjungpinang Rugikan Warga Rp16 Miliar

Polresta Tanjungpinang membongkar kasus pemalsuan sertifikat tanah yang menipu 247 korban dengan kerugian hingga Rp16 miliar.

Tujuh tersangka ditangkap, masing-masing memiliki peran mulai dari pemalsuan dokumen, pemetaan lahan, hingga membuat situs palsu.

Modus terbongkar saat korban hendak mendaftarkan sertifikat ke digital dan diketahui tidak terdaftar di BPN.

Polisi menyita puluhan sertifikat palsu, kendaraan, perhiasan, uang tunai, rumah, hingga kapal. Kasus ini kini masuk tahap penyelidikan TPPU dengan bantuan PPATK.(tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *