GOTVNEWS, Karimun – Bupati Karimun, Iskandarsyah mengukuhkan Satgas Anti Narkoba di Gedung Nasional, Kamis pagi. Anggota satgas turut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, pelajar, mahasiswa hingga sejumlah tokoh agama.
Pengukuhan Satgas Anti Narkoba sebagai langkah strategis menekan masuknya peredaran gelap narkoba. Hal ini sesuai geografis Kabupaten Karimun yang berdekatan langsung Selat Malaka sangat rawan terhadap aktivitas peredaran narkotika.
Satgas Anti Narkoba dianggap akan bertindak sebagai mata dan telinga Badan Narkoba Nasional atau BNN dan Polri di tingkat paling bawah yang rentan menjadi pintu masuk peredaran narkoba jaringan Malaysia-Indonesia.
Bupati Karimun, Iskandarsyah, menyambut baik kolaborasi tersebut, sebagai bentuk dukungan penuh, Pemkab Karimun telah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan fasilitas BNN sebagai bentuk sinergi yang kuat.
“Pemkab Karimun menyambut baik kolaborasi ini mengingatkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Bukan hanya jadi tanggung jawab BNN dan aparat penegak hukum, melainkan tugas seluruh masyarakat Karimun untuk menjaga daerah ini tetap aman dan bersih dari ancaman narkotika,” ujar Bupati.
Sementara Plt Kepala BNN Kabupaten Karimun, Kombes Pol Bahtiar Marpaung, mengatakan Satgas Anti Narkoba yang dibentuk di tingkat kecamatan adalah langkah strategis yang vital.
“Kekuatan komponen pembentukan Satgas Anti Narkoba di tingkat kecamatan merupakan langkah strategis yang sangat penting karena satgas ini akan menjadi ujung tombak dalam membantu BNN dan Polri mencegah, mengawasi, serta menekan peredaran narkotika di lingkungan masyarakat paling bawah,” ujar Bahtiar.
Satgas Anti Narkoba juga akan melaksanakan sosialisasi ke sekolah, tempat kerja dan kampung-kampung guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya narkotika.
Pembentukan Satgas ini diharapkan menjadi langkah nyata Pemerintah Daerah dalam menjaga Karimun dari ancaman Narkoba. Khususnya yang masuk melalui perbatasan Malaysia.(yh)















