KesehatanMetropolis

Duh, Coca-Cola Tarik Produk di Eropa Akibat Temuan Kadar Klorat Tinggi

GOTVNEWS, JakartaCoca-Cola menghentikan sementara peredaran sejumlah produk minuman sodanya, termasuk Coca-Cola, Sprite, dan varian lainnya, di beberapa negara Eropa. Penarikan ini dilakukan setelah ditemukan kadar bahan kimia klorat yang melebihi batas aman dalam produk tersebut.

Menurut pernyataan resmi perusahaan, penarikan produk difokuskan di Belgia, Luksemburg, dan Belanda. Coca-Cola menegaskan bahwa analisis ahli independen menunjukkan risiko kesehatan bagi konsumen sangat rendah. 

“Kami belum menerima keluhan dari konsumen terkait temuan ini,” ujar juru bicara Coca-Cola kepada BBC yang dikutip dari Tribratanews pada Kamis (30/1/25).

Produk yang ditarik mencakup minuman kaleng impor seperti Appletiser, Coca-Cola Original Taste, Coca-Cola Zero Sugar, Diet Coke, dan Sprite Zero. Kode produksi yang terpengaruh adalah 328 GE hingga 338 GE, yang dapat dilihat di bagian bawah kaleng.

Anne Gravett dari Badan Standar Makanan (FDA) menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan menyeluruh. 

“Jika kami mengidentifikasi makanan yang tidak aman, kami akan mengambil tindakan untuk memastikannya disingkirkan dan memberitahu konsumen,” jelas Anne.

Klorat, bahan kimia yang ditemukan dalam kadar tinggi pada produk tersebut, dapat menyebabkan masalah kesehatan serius jika dikonsumsi berlebihan. 

Paparan klorat tingkat tinggi dikaitkan dengan gangguan tiroid, terutama pada anak-anak. Selain itu, konsumsi klorat berlebihan dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan menghambat kemampuan darah menyerap oksigen.

Klorat biasanya terbentuk ketika disinfektan berbasis klorin digunakan dalam pengolahan air atau makanan. Caron Grazette, ahli gizi dari NHS, mempertanyakan keamanan konsumsi bahan kimia ini, meski dalam jumlah kecil. 

“Kita perlu mempertanyakan apakah kita ingin mencerna bahan kimia yang juga digunakan dalam produksi kembang api dan disinfektan,” ujarnya.

Coca-Cola mengungkapkan bahwa temuan kadar klorat tinggi ini terdeteksi selama pengujian rutin di fasilitas produksinya di Ghent, Belgia. Menurut AFP, sebagian besar produk yang belum terjual telah ditarik dari pasaran, dan perusahaan sedang dalam proses menarik sisa produk yang masih beredar.

Meski demikian, Coca-Cola memastikan bahwa produknya di luar kode produksi yang disebutkan tetap aman dikonsumsi. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus memantau kualitas produknya guna memastikan keamanan konsumen.

Konsumen diimbau untuk memeriksa kode produksi pada kaleng minuman Coca-Cola yang mereka beli. Jika menemukan kode produksi 328 GE hingga 338 GE, disarankan untuk tidak mengonsumsinya dan menghubungi layanan pelanggan Coca-Cola untuk informasi lebih lanjut.

Dengan penarikan ini, Coca-Cola berharap dapat memulihkan kepercayaan konsumen dan memastikan bahwa produk yang beredar di pasaran memenuhi standar keamanan yang ketat. (Alt)

Berita Terkait