GOTVNEWS, Lingga – Pulau Mepar merupakan kawasan strategis pariwisata yang menarik untuk dikunjungi saat berada di Lingga. Pasalnya Pulau Mepar merupakan salah satu benteng pertahanan pada masa Kerajaan Riau-Lingga.
Pulau Mepar terletak di Kota Daik, Kabupaten Lingga merupakan destinasi wisata yang menyimpan banyak nilai sejarah. Dahulunya Pulau Mepar termasuk salah satu benteng pertahanan pada masa Kerajaan Riau-Lingga.
Dengan luas sekitar 150 meter persegi, pulau yang berisikan banyak meriam dan benteng pertahanan sangat indentik dengan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang.
Disini terdapat empat benteng yang terkenal dan berada di bukit Pulau Mepar, yakni Benteng Lekok, Benteng Hilir, Benteng Tanjung Segi Tiga dan Benteng Tengah.
Tidak Hanya itu, Pulau Mepar juga memilki depalan delapan meriam yang masih tersisa hingga saat ini, salah satunya adalah Meriam Sumbing.
Meriam Sumbing sendiri diletakkan di depan masjid Pulau Mepar. Meriam ini merupakan meriam yang paling unik sekaligus paling terkenal diantara meriam-meriam lainnya.
Meriam Sumbing merupakan sebuah meriam yang memilki bentuk seperti meriam pada umummnya, namun bagian moncong meriam terdapat bagian rusak atau menyerupai sumbung diujungnya.
Selain itu jika berjalan menuju bukit bernama Benteng Lekok pengunjung akan dimanjakan oleh pemandangan alam yang indah berupa pesona Gunung Daik, kemudian dibukit ini juga dapat melihat dengan jelas Ibu Kota Daik.
Masyarakat Pulau Mepar masih melestarikan permainan tradisional yang menjadi daya tarik bagi wisatawatan berlibur ketempat ini.
Permainan tersebut yakni permainan gasing biasanya gasing yang terbuat dari kayu ini dibandingkan oleh anak-anak maupun orang dewasa.
Permainan gasing di Kabupaten Lingga tercatat dalam Warisan Budaya Tak Benda pada tahun 2019, yang ditetapkan oleh Kemendikbud.
Terdapat juga permainan Ambung, Ambung merupakan sebuah keranjang para orang dulu, untuk mengisi barang-barang. Hal inilah yang menjadi permainan masyarakat di sini, ketika menampilkan pertunjukan kepada pengunjung atau pun event-event lain, seperti acara perkawinan.
Dengan berbagai cagar budaya yang masih berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan di masa kesultanan Lingga-Riau-Johor-Pahang, menjadi saksi bisu betapa pentingnya pulau ini.
Dari catatan sejarah Lingga, merupakan pusat tamaddun yang cukup lama, lebih kurang 113 tahun menjadi pusat pemerintahan para Sultan Melayu di Daik.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Raja Heri Mokhrizal mengatakan, Pulau Mepar merupakan pulau yang kaya dengan sejarah dan adat budaya.
โBanyak catatan sejarah yang bisa diliat di Pulau Mepar ini. Benteng yang dibangun dalam sejarah kerajaan melayu di Kepri. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melihat sejarah melayu selain di Pulau Penyengat,โ ujarnya.
Saat ini Pulau Mepar memang menjadi kawasan strategis pariwisata bersejarah yang dilestarikan pemerintah daerah.
“Ada harapan besar pemerintah daerah agar dapat menjadi motor penggerak adat dan budaya bagi masyarakat setempat,” harapnya.(San)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














