GOTVNEWS, Tanjungpinang – Himbauan gerakan “Infaq Seribu Perhari” menyambut Ramadan oleh Pemko Tanjungpinang menuai respon beragam. Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menyayangkan munculnya tudingan miring dari masyarakat terhadap gerakan sosial ini.
Zulhidayat menegaskan bahwa surat yang dikeluarkan hanyalah himbauan untuk mengajak ASN, siswa, dan masyarakat berbagi tanpa ada unsur paksaan. Ia menepis anggapan bahwa pemerintah sedang melakukan pungutan liar.
“Kalau disebut pengemis berdasi, agak sedih saya mendengarnya, ini himbauan, dilakukan dapat pahala, tidak pun tidak berdosa, bukan pungli,” Ucapnya saat di konfirmasi, Rabu (25/2/2026).
Ia menyebutkan, pemerintah berperan sebagai fasilitator sesuai undang-undang dengan menggandeng Baznas sebagai lembaga resmi.
Dimana program infaq seribu perhari tersebut pengumpulan dilakukan terpusat melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) di setiap OPD dan Dinas Pendidikan agar penyalurannya tepat sasaran.
“Seribu itu minimal, mau sejuta boleh, tidak infaq pun boleh, kami bekerjasama dengan Baznas dan sudah ada aturan penyalurannya.” Jelasnya.
Ia menegaskan, dana yang terkumpul nantinya akan dialokasikan bagi warga kurang mampu termasuk kategori Desil 1 hingga 4.
Dengan fokus utamanya adalah masyarakat kurang mampu yang selama ini belum mendapatkan bantuan rutin dari program pemerintah lainnya.
“Targetnya adalah warga yang benar-benar membutuhkan namun belum menerima bantuan pemerintah,” pungkasnya.
Dimana sebelumnya, Pemko Tanjungpinang melalui Sekretariat Daerah mengeluarkan surat edaran himbauan terhadap masyarakat, OPD dan sekolah-sekolah untuk melaksanakan infaq seribu perhari secara suka rela, pada tanggal 12 Februari 2026 lalu. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














