Marak Bullying dan Kekerasan Pelajar di Bintan, LAM dan DPRD Minta Pemda Tingkatkan Pengawasan

Marak Bullying dan Kekerasan Pelajar di Bintan, LAM dan DPRD Minta Pemda Tingkatkan Pengawasan.
Marak Bullying dan Kekerasan Pelajar di Bintan, LAM dan DPRD Minta Pemda Tingkatkan Pengawasan. Foto: Ilustrasi Unsplash.

GOTVNEWS, Bintan – Maraknya aksi bullying dan kekerasan yang melibatkan pelajar di Kabupaten Bintan menjadi perhatian Lembaga Adat Melayu (LAM) dan DPRD Bintan.

Kedua lembaga tersebut meminta pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan pihak sekolah meningkatkan pengawasan serta memperkuat pendidikan karakter bagi para pelajar, baik di lingkungan sekolah maupun di luar jam belajar.

Ketua LAM Kabupaten Bintan, Syahri Bobo, menilai kasus bullying yang berujung pada kekerasan harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.

Menurutnya, laporan maupun indikasi bullying harus segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi aksi pengeroyokan atau kekerasan antarpelajar.

“Ini kan awalnya dari bullying. Dinas harus lebih aware kalau ada laporan untuk mengarahkan pendidik agar mencegah jika ada indikasi bullying yang berujung pada pengeroyokan,” jelasnya, Sabtu (5/9/2026).

Syahri juga mendorong agar pendidikan karakter lebih diperkuat. Menurutnya, pembentukan karakter sejak dini penting untuk mencegah perilaku negatif dan kenakalan remaja.

Sementara itu, DPRD Bintan turut prihatin dengan masih terjadinya kasus penganiayaan antarpelajar, salah satunya yang terjadi di kawasan Seri Kuala Lobam.

Ketua Komisi III DPRD Bintan, Bani Suparti, meminta pemerintah daerah memperketat penerapan aturan jam malam bagi pelajar.

Ia juga mendorong Satpol PP bersama Bhabinkamtibmas meningkatkan patroli pada malam hari untuk mengantisipasi aktivitas pelajar yang berpotensi mengarah pada kenakalan remaja.

“Karena kejadiannya malam hari, saya minta OPD teknis seperti Satpol PP dapat patroli untuk mengawasi anak-anak pada saat malam hari bersama Bhabinkamtibmas,” ujarnya.

Menurut Bani, pengawasan terhadap remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi membutuhkan keterlibatan sekolah, pemerintah dan aparat.

Ia juga meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya pada malam hari.

Bani khawatir, jika kenakalan remaja tidak ditangani dan diarahkan sejak dini, perilaku tersebut dapat berkembang menjadi tindakan kriminal.

Selain pengawasan, DPRD juga meminta Dinas Pendidikan Bintan memperkuat pendidikan karakter serta rutin memberikan sosialisasi mengenai bahaya bullying kepada pelajar.

Upaya tersebut dinilai penting karena kasus bullying dan kekerasan antarpelajar bukan kali pertama terjadi di Bintan dan perlu menjadi perhatian bersama.

Dengan penguatan pendidikan karakter, pengawasan orang tua, serta sinergi sekolah, pemerintah dan aparat, diharapkan kasus bullying dan kekerasan antarpelajar di Bintan dapat dicegah sejak dini. (Mhd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *