GOTVNEWS, Karimun – Festival Gasing 2026 di Kabupaten Karimun resmi ditutup setelah berlangsung meriah. Kejuaraan ini diikuti 17 tim dengan total 54 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Tanjungpinang, Batam, Siak, Pelalawan, Karimun, serta Singapura dan Malaysia.
Pada babak semifinal, persaingan mempertemukan Laksamana Siak dari Siak melawan Pesona dari Tanjungbatu. Sementara pertandingan lainnya mempertemukan Elang Oren dari Karimun melawan Pink Panter A dari Tanjungbatu.
Kepala Dispora Karimun, Usman, mengatakan Festival Gasing tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga upaya melestarikan permainan tradisional Melayu. Ia menegaskan, gasing telah diakui sebagai salah satu olahraga tradisional di Indonesia dan perlu dikenalkan kepada generasi muda.
Sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan dan sportivitas peserta, panitia menyediakan total hadiah senilai sekitar Rp42 juta yang diperebutkan dalam dua kategori pertandingan, yakni Pangka atau beregu dan Kuri atau perorangan.
“Olahraga gasing ini kita angkat karna selama ini banyak yang menganggap bahwa olahraga ini adalah permainan biasa. Padahal, gasing kini telah diakui secara resmi sebagai olahraga tradisional di Indonesia,” ujar Usman.
Melalui Festival Gasing 2026, pemerintah daerah berharap olahraga tradisional ini terus berkembang dan menjadi warisan budaya Melayu yang tetap lestari dari generasi ke generasi.(yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













