GOTVNEWS, Tanjungpinang – Seluruh biro perjalanan umrah (travel) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diimbau untuk tidak lagi menggunakan opsi penerbangan transit melalui Malaysia maupun Singapura saat memberangkatkan jemaah ke Tanah Suci.
โ
โKepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kepri, Muhammad Syafi’i, menyampaikan bahwa imbauan tegas terhadap merujuk pada arahan Wakil Menteri Haji dan Umrah usai mengumpulkan para pengelola travel umrah di Jakarta.
โ
โDimana, pemerintah mendorong penggunaan penerbangan langsung (direct flight) dari bandara di Indonesia menuju Arab Saudi.
โ
โ”Kementerian Haji dan Umrah sudah memanggil semua pihak travel di Jakarta hingga keluar arahan tersebut,” jelas Syafi’i, Rabu (4/11/2026).
โ
โIa menjelaskan, dengan adanya arahan tersebut tentunya daerah akan mengikuti keputusan pusat, dan bagi travel-travel di Kepri juga menyambut dengan baik kebijakan tersebut.
โ
โDengan mendukung perekonomian nasional melalui penggunaan maskapai dalam negeri, kebijakan tersebut diambil demi menjamin keamanan, keselamatan, serta kenyamanan jemaah.
โ
โDimana diketahui penerbangan umrah via Malaysia atau Singapura umumnya harus melakukan transit lanjutan di Qatar atau negara kawasan Timur Tengah yang berdekatan dengan zona konflik.
โ
โ”Jika situasi keamanan memanas, penerbangan bisa tertunda bahkan batal, hal itu menjadi pertimbangan utama agar penerbangan tidak lagi melintasi rute transit Malaysia atau Singapura,” terangnya.
โ
โUntuk wilayah Kepri, Kemenhaj menyarankan travel umrah memanfaatkan layanan rute penerbangan langsung BatamโJeddah yang dilayani maskapai Lion Air dari Bandara Hang Nadim Batam.
โ
โ”Sebagian besar travel di Kepri sudah memanfaatkan rute BatamโJeddah ini karena langsung tanpa perlu transit,” pungkasnya. (Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














