Cegah Penyebaran DBD, Rutan Karimun Lakukan Fogging Kamar Hunian Warga Binaan

Cegah Penyebaran DBD, Rutan Karimun Lakukan Fogging Kamar Hunian Warga Binaan.
Cegah Penyebaran DBD, Rutan Karimun Lakukan Fogging Kamar Hunian Warga Binaan. Foto: Humas Rutan Karimun.

GOTVNEWS, Karimun – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan Rutan sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengendalikan populasi nyamuk sekaligus meminimalisasi risiko penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

Pengasapan menyasar sejumlah titik, mulai dari kamar-kamar blok hunian warga binaan, brandgang dalam, area asimilasi, halaman kantor hingga rumah dinas Rutan Karimun.

Kepala Rutan Karimun, Yoga Hadhi Wijaya, mengatakan, kegiatan fogging merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap kesehatan warga binaan maupun petugas yang beraktivitas di lingkungan Rutan Karimun.

Menurutnya, upaya pencegahan penyakit harus menjadi perhatian bersama, terlebih lingkungan hunian membutuhkan kondisi yang bersih dan sehat.

“Melalui kegiatan fogging ini, kami berupaya meminimalisasi risiko penyebaran DBD di lingkungan Rutan Karimun. Kesehatan warga binaan dan petugas menjadi perhatian kami, sehingga lingkungan rutan harus selalu dijaga kebersihan dan kesehatannya,” ujar Yoga Hadhi Wijaya.

Ia menegaskan, pencegahan DBD tidak hanya dilakukan melalui pengasapan, tetapi juga harus dibarengi dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Untuk itu, jajaran Rutan Karimun akan terus meningkatkan perhatian terhadap sanitasi serta memastikan area lingkungan tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, aman dan nyaman bagi seluruh warga binaan maupun petugas.

Dengan demikian, upaya menjaga kesehatan di dalam rutan tidak hanya berfokus pada penanganan penyakit, tetapi juga mengutamakan pencegahan sejak dini. (Yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *