GOTVNEWS, Karimun – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) marak di Kabupaten Karimun sepanjang Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Kabupaten Karimun mencatat sebanyak 36 kejadian kebakaran, dengan mayoritas kasus diduga kuat dipicu oleh aksi pembakaran lahan secara sengaja oleh warga.
Kepala Bidang Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran BPBD Karimun, Hendra Hidayat, mengungkapkan pola berulang yang mengindikasikan kesengajaan.
Oknum pelaku disebut membakar lahan untuk membuka area secara instan, lalu melaporkannya ke petugas pemadam kebakaran agar api dipadamkan tanpa biaya.
“Setelah dibakar, mereka menghubungi Damkar. Begitu api padam, lahan sudah bersih dan siap dimanfaatkan. Padahal kami wajib merespons setiap laporan yang masuk,” kata Hendra.
Indikasi tersebut diperkuat dengan temuan di lapangan. Di kawasan sekitar Bandara Raja Haji Abdullah (RHA), lahan bekas kebakaran diketahui langsung ditanami pisang hanya dua hari setelah pemadaman.
Di lokasi lain, petugas menemukan pancang-pancang tanah yang diduga disiapkan untuk dijual usai api berhasil dipadamkan.
BPBD menilai praktik ini sangat merugikan daerah. Selain menguras anggaran operasional, petugas kerap menghadapi risiko tinggi saat memadamkan api di medan sulit yang tak dapat dijangkau kendaraan.
Bahkan, dalam sejumlah kejadian, pemadaman terpaksa dilakukan secara manual menggunakan peralatan seadanya. Sepanjang Januari, frekuensi kebakaran tercatat mencapai tiga hingga empat titik per hari.
Melihat kondisi tersebut, BPBD Karimun mendorong penegakan hukum yang tegas sebagai efek jera. Selain itu, peran aktif RT/RW dan kelurahan dinilai penting untuk mengawasi wilayah masing-masing serta mencegah praktik pembakaran lahan.
“Hari ini mungkin hanya semak yang terbakar, tapi bencana tidak bisa diprediksi. Jangan sampai kesengajaan ini berujung pada korban jiwa dan kerugian yang lebih besar,” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News








