GOTVNEWS, JAKARTA – Seorang mahasiswa baru (Maba) program vokasi D3 Teknik Mesin memutuskan berhenti kuliah setelah diduga mengalami kekerasan fisik oleh seniornya.
Kasus ini mencuat ke publik setelah korban mengadu melalui media sosial karena merasa laporannya tidak mendapat respons dari pihak kampus sejak tahun 2025 silam.
Merasa tidak mendapatkan keadilan melalui jalur formal sejak tahun 2025, korban akhirnya memilih membawa persoalan tersebut ke ruang publik.
Unggahan terkait kejadian ini pun viral dan memicu perhatian luas dari warganet. Fenomena ini kembali menegaskan kecenderungan masyarakat yang menjadikan media sosial sebagai jalur alternatif untuk mencari keadilan.
Dalam banyak kasus, tekanan opini publik kerap dianggap lebih cepat mendorong respons dibandingkan proses birokrasi yang dinilai lambat.(Yh)
Sumber: X / Heraloebss
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News













