GOTVNEWS, Tanjungpinang – Kabar pemberhentian Maskapai Garuda Indonesia pada layanan operasional di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang pada 9 Februari 2026 mendatang, mendapatkan respon simpatik dari Ketua DPRD Provinsi Kepri.
Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Iman Sutiawan, mengaku kaget dan menyayangkan jika kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan.
Menurut Iman, kehadiran Garuda Indonesia di Ibu Kota Provinsi Kepri bukan sekadar transportasi udara biasa, melainkan simbol vitalitas ekonomi dan magnet bagi para investor.
“Pesawat Garuda itu menjadi salah satu unsur ujung tombak fasilitas penerbangan kita,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Dirinya menekankan, bahwa konektivitas udara yang mumpuni adalah syarat mutlak bagi pertumbuhan wilayah Kepri terutama Tanjungpinang dan Bintan.
Ia khawatir, ketiadaan rute Garuda akan menurunkan kepercayaan investor yang selama ini mengandalkan efisiensi dan kenyamanan maskapai tersebut.
“Bagaimanapun, Garuda Indonesia adalah penunjang kegiatan perekonomian, termasuk akses utama bagi para investor yang masuk Kepri secara umum,” tambahnya.
Menyikapi situasi ini, DPRD Provinsi Kepri meminta pemerintah pusat dan manajemen Garuda Indonesia untuk mengkaji ulang dampak luas dari penghentian rute tersebut.
“Dari DPRD Kepri, kami meminta pemerintah dapat mengkaji kembali rencana ini, karena ini berpengaruh langsung kepada iklim investasi kita,” ujarnya.(Ald)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














