GOTVNEWS, Karimun – Pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Karimun, terhenti sejak dua hari terakhir memicu keluhan warga dan pelaku usaha.
Pantauan di lapangan, SPBU yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat tampak lengang tanpa aktivitas pengisian. Kondisi tersebut terlihat di SPBU Poros, SPBU Coastal Area, hingga SPBU Sungai Raya.
Seluruh jenis BBM, mulai dari Pertalite, Pertamax hingga solar subsidi dan nonsubsidi, terlihat kosong.
Salah seorang warga, Arif Siregar, mengatakan gangguan pasokan ini telah dirasakan sejak dua hari lalu.
Berdasarkan informasi yang ia terima dari petugas SPBU, keterlambatan terjadi akibat kendala pada kapal pengangkut BBM yang mengalami kerusakan.
“Kami diinformasikan pasokan terputus karena kapal penyuplai bermasalah. Katanya butuh waktu dua sampai tiga hari lagi untuk normal. Tapi kondisi seperti ini seharusnya sudah diantisipasi,” ujar Arif.
Sebagai pelaku UMKM jasa penyediaan air bersih yang bergantung pada BBM jenis solar, Arif mengaku sangat terdampak.
Selain pasokan yang kosong, pembatasan pembelian maksimal 40 liter per hari dengan nilai sekitar Rp272 ribu dinilai makin menyulitkan operasional usaha.
“Mesin truk hidup, mesin air juga hidup. Kalau solar kosong, usaha kami lumpuh. Ini bukan hanya kami, banyak pelaku UMKM lain yang terdampak,” keluhnya.
Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar krisis serupa tidak kembali terulang.
“Kekosongan BBM bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menekan roda perekonomian di Karimun jika dibiarkan berlarut-larut,” tutupnya. (yh)
Ikuti Berita gotvnews.co.id di Google News














