Kapten Ungkap Kronologi Penumpang Lompat dari Kapal di Karimun

Kapten Ungkap Kronologi Penumpang Lompat dari Kapal.
Kapten Ungkap Kronologi Penumpang Lompat dari Kapal. Foto: Warga.

GOTVNEWS, KARIMUN – Insiden dramatis seorang remaja perempuan yang nekat melompat ke laut dari kapal penumpang di perairan Selat Beliah, Kabupaten Karimun.

Kapten kapal SB Solop Indah, Alizan, menjelaskan, kapal bertolak dari Pelabuhan Sri Tanjung Gelam sekitar pukul 10.10 WIB dengan jumlah penumpang sekitar 20 orang.

Namun, beberapa menit setelah keberangkatan, situasi mendadak berubah. Seorang penumpang perempuan meminta izin keluar dari kabin dengan alasan merasa mual.

“Awalnya dia bilang mual dan ingin muntah, jadi dia keluar. Tidak lama kemudian, dia langsung terjun ke laut,” ujar Alizan.

Aksi tersebut sontak membuat suasana di dalam kapal panik. Salah seorang pria yang diduga rekan korban langsung berteriak meminta kapten memutar haluan kapal.

“Temannya langsung teriak, minta kapal diputar balik. Saya segera arahkan kapal kembali ke titik jatuhnya korban,” jelasnya.

Tanpa menunggu lama, proses penyelamatan langsung dilakukan. Rekan korban bersama Anak Buah Kapal (ABK) sigap melompat ke laut dengan membawa pelampung untuk memberikan pertolongan pertama.

Situasi semakin dramatis ketika sebuah speedboat yang kebetulan melintas di lokasi turut membantu proses evakuasi. Kolaborasi cepat tersebut akhirnya berhasil menyelamatkan korban dari tengah laut.

Alizan memastikan, saat kejadian kondisi cuaca di perairan Karimun sangat mendukung, dengan ombak yang relatif tenang dan jarak pandang yang baik.

“Cuaca sangat bagus, tidak ada kendala sama sekali. Kapal juga tidak penuh, hanya sekitar 20 penumpang dari kapasitas 36 kursi,” tambahnya.

Hingga kini, motif di balik aksi nekat korban masih belum diketahui. Aparat kepolisian dan otoritas pelabuhan tengah melakukan pendalaman dengan memeriksa kapten kapal serta sejumlah saksi.

Sementara itu, korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan selama pelayaran, sekaligus kesiapan kru kapal dalam menghadapi situasi darurat di laut. (yh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *