Daerah  

Kilas Balik Kepri 2025, Sorotan, Isu dan Peristiwa Mencuri Perhatian Publik

Sorotan, Isu dan Peristiwa

GOTVNEWS, KILAS BALIK – Kilas Balik persoalan di Kepri yang mencuat selama setahun belakangan, mulai dari kejahatan terorganisir, hingga ancaman terhadap lingkungan, yang menunjukkan masih rapuhnya sistem pengawasan dan penegakan aturan. Berikut Gotvnews akan mengupas kasus-kasus fenomenal yang terjadi sepanjang tahun 2025.

  • Mafia Tanah: Dari Kasus Nasional hingga Jerat Hukum di Kepulauan Riau

Kasus mafia tanah di Indonesia bukan sekadar konflik agraria, melainkan cermin rapuhnya penegakan hukum. Publik pernah dikejutkan sengketa tanah yang menyeret Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla. Meski tak berujung pidana, kasus tersebut menegaskan satu hal, jika tokoh nasional saja bisa terseret, bagaimana dengan warga biasa yang jauh lebih rentan?

Di Kepulauan Riau, praktik mafia tanah terlihat nyata. Sepanjang 2025, Gotvnews mencatat sejumlah kasus mafia tanah di wilayah Tanjungpinang dan Bintan, mulai dari pemalsuan sertifikat, penipuan jual beli tanah, hingga sengketa lahan strategis. 

Di Bintan, seorang tersangka mafia lahan kembali dilaporkan, meski sebelumnya telah terseret perkara serupa. Pola yang sama, pelaku yang sama, namun praktiknya terus berulang.

Di Tanjungpinang, warga melaporkan kasus dugaan penipuan jual beli tanah, di mana pembeli merasa dirugikan, sementara penjual justru melapor balik. Korban berubah posisi, pelaku lari dari tanggung jawab.

Kasus lain mengungkap pemalsuan surat tanah dan sertifikat untuk menguasai rumah mewah. Garis polisi terpasang, Bangunan disegel. Namun hal ini membuat publik bertanya, bagaimana dokumen palsu bisa lolos hingga tahap penguasaan aset?  

Polisi mengungkap sindikat pemalsuan sertifikat tanah yang diduga terkait TPPU, dan melimpahkan barang bukti ke Kejaksaan. Namun ironi muncul ketika dua tersangka mafia lahan dibebaskan dengan alasan ‘hukum’ karena masa tahanan habis. Hukum berjalan, keadilan tertunda.

Penghargaan Pin Emas Kepada Kapolresta Tanjungpinang adalah pengakuan atas keberhasilan mengungkap kasus mafia tanah di wilayah hukumnya, tetapi belum jawaban. Mafia tanah belum sepenuhnya tumbang, masih ada warga yang berjuang mempertahankan haknya, dan tersangka masih bisa menemukan celah hukum. Mafia tanah adalah kejahatan senyap. Ia tak selalu gaduh, tapi dampaknya panjang dan merusak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *